Tanggal 2 Desember 1991, tujuh orang Presiden, mewakili tujuh Lions club yang ada di Medan, dihadapan Notaris Herman Saptaputra dengan Akte No.9, mendirikan YLM. Para Presiden club ini menjadi Badan Pendiri pertama juga menjadi Pengurus utama periode pertama (19991-1992) dengan susunan sbb:

Ketua Alamria Abas LCM (Host)
Wakil Ketua I Hoesni Samad LCM Raya
Wakil Ketua II Erika Ruesch LCM Seruni
Sekretaris I Rusli Sumarko  LCM Merdeka
Sekretaris II Trisna Ganies LCM Liberty
Bendahara I Boediman  LCM Deli
Bendahara II Simon L. Tobing  LCM Polonia


Dengan anggota pengurus tambahan dari club-club :
Hadi Siswanto (Host), Jusuf D.Tjandra (Deli), Muchtar Yacob (Raya), Willy S Prayoga (Merdeka), Mia E. Tobing (Seruni), P F Andreas (Liberty), Yose Iskandar (Polonia)

Selanjutnya s/d periode 2006-2007 Badan Pengurus ditetapkan oleh Badan Pendiri (para) Presiden club-club di Medan untuk masa satu tahun kedepan (Juli s/d Juni). Pengurus utama terdiri dari 7 (tujuh) orang masing-masing dari club yang berbeda. Anggota tambahan dari semua club untuk dapat menjadi saluran informasi YLM dari dan ke club-club.

Fungsi YLM :

  1. Menjadi Badan Hukum penyelenggaraan kegiatan Lions Club di Medan
  2. Menyantuni PPMLI-Medan : mendanai biayanya, menyusun Pengurusnya setiap tahun
  3. Menyelenggarakan LJFS dan memanfaatkan hasilnya untuk PPMLI dan kegiatan Lions
  4. Melaksanakan kegiatan sosial bersama dalam rangka HKSN, HAN dan HUT RI
  5. Melaksanakan kegiatan sosial bersama lainnya yang mendapat persetujuan club-club.


Pada tahun 2007 Yayasan berupaya menyesuaikan dengan UU ttg Yayasan. Melalui rapat pimpinan club-club ditetapkan Pembina YLM, yang kemudian menetapkan Pengurus dan Pengawas YLM untuk masa kerja 2007-2010. Amanat khusus kepada Pengurus adalah melaksanakan penyesuaian dengan UU RI tentang Yayasan sampai mendapat pengesahan Negara. Pelaksanaan amanat khusus ini ternyata tidak mencapai hasil yang diharapkan. Disamping alasan lain, juga karena akan berpisahnya club-club Medan dan sekitarnya dalam satu Distrik tersendiri, maka mungkin Yayasan Lions perlu dibuat dengan basis Distrik, tidak lagi Kota Medan saja.

Setelah berhasilnya pembentukan Distrik 307-A2 di Konvensi tahun 2009 di Menado, (yang usul pemekarannya dimulai sejak Konvensi tahun 2005 di Bali), Forum PDG di distrik 307-A2 sepakat dan memprakarsai pembentukan Yayasan Distrik 307-A2. Salah satu fungsinya ialah menerusakan fungsi YLM yang legalitasnya berakhir karena tidak disesuaikan dengan ketentuan UU tentang Yayasan. Sekretariat Distrik 307-A2 dapat memakai fasilitas tempat Yayasan ini setiap tahun.